Jawaban Lucu 3 buah śloka yang berhubungan dengan Karmaphala ​

Ads By Google

Jawaban lucu akan membuat anda tertawa jika anda sedang bertanya tentang: 3 buah śloka yang berhubungan dengan Karmaphala ​, Wk wk wk membuat tersenyum simpul.
Jawaban akan diberikan namun sedikit lucu mengenai pertanyaan anda. Silakan membaca beberapa petanyaan lebih lanjut berikut.

Pertanyaan

3 buah śloka yang berhubungan dengan Karmaphala ​

Jawaban #1 untuk Pertanyaan: 3 buah śloka yang berhubungan dengan Karmaphala ​

Karmaphala atau karmapala adalah salah satu dari lima keyakinan (Panca Sradha) dari Agama Hindu serta filsafat dari agama Dharmik. Berakar dari dua kata yaitu karma dan phala. Karma berarti “perbuatan”, “aksi”, dan phala berarti “buah”, “hasil”. Karmaphala berarti “buah dari perbuatan”, baik yang telah dilakukan maupun yang akan dilakukan.

Keimanan terhadap kebenaran hukum sebab akibat atau buah dari perbuatan disebut karmaphala sradha, yang merupakan bagian ketiga dari panca sradha. Karma berarti berbuat, bekerja, dan berusaha. Sebenarnya makna dari karma jauh lebih luas dari hanya sekedar kerja atau perbuata saja. Di dalamnya termasuk pula akibat dari semua tingkah laku yang dilakukan oleh manusia. Kata karma berasal dari urat kata “kr”, artinya perbuatan, kerja; phala artinya buah. Jadi secara singkat karmaphala artinya buah atau hasil pekerjaan. Ajaran karmaphala sering digambarkan dengan kalimat – kalimat sebagai berikut :

Menanam jagung, buah jagung yang akan dipetik

Menanam mangga, buah mangga yang akan dipetik

Menanam padi, buah padi yang akan di hasilkan dan sebagainya.

Hukum Karma Karma berasal dari Bahasa Sansekerta yang artinya kerja atau berbuat. Konsep hukum karma adalah bahwa setiap perbuatan akan memberikan hasil yang disebut ( phala ). Sehingga setiap hasil yang dipetik atau diterima oleh seseorang atas perbuatannya disebut karma phala. Hukum karma adalah hukum Tuhan yang berlaku bagi semua orang. Tidak memandang apakah orang tersebut percaya atau tidak hukum karma tetap berlaku. Seperti hukum terbitnya matahari dari timur, orang buta ataupun orang es kimo yang tidak pernah melihat matahari, bukan berarti matahari tidak ada. Matahari tetap terbit dari timur. Demikianlah hukum karma berlaku bagi semua umat manusia dari semua negara, semua suku bangsa dan semua agama. Dalam ajaran Hindu , hukum karma merupakan ajaran sebagai landasan ajaran etika dan pegangan dalam mencapai tujuan hidup. Karma atau perbuatan ini ada tiga bentuk yaitu karma yang dilakukan oleh pikiran ( Manahcika ), karma dalam bentuk ucapan (wacika),dan karma dalam bentuk tindakan jasmanani ( kayika ). Jadi apapun bentuk aktivitas seseorang pasti ada phalanya (hasilnya). Ini berarti tidak ada perbuatan yang tanpa membuahkan hasil, sekecil apapun kegiatan tersebut. Sedangkan jika dilihat dari baik buruknya maka perbuatan yang baik disebut Subha karma dan perbuatan yang buruk disebut Asubha karma. Proses berlakunya karma phala setiap aktivitas karma seseorang didasari oleh keinginan ( Iccha ). Timbulnya keinginan akan direspon oleh pikiran. Pikiran inilah yang akan mengambil keputusan untuk melakukan tindakan dalam bentuk ucapan ataupun tindakan jasmani. Keputusan pikiran sangat ditentukan oleh pengetahuan (jnana),kebijaksanaan ( wiweka), serta pengalaman hidup serta karma wasana seseorang.

Wujud dari karmaphala yang akan diterima seseorang tidak dapat dipastikan. Artinya hasil karma tersebut bisa saja berbentuk fisik, atau psikis, ataupun keduanya yaitu fisik dan psikis. Demikian pula kapan waktunya akan diterima seseorang atas perbuatannya juga merupakan rahasia Hyang Widhi. Yang jelas bahwa karmaphala itu ada dan akan hadir tepat pada waktunya. Diatas kedua wujud karmaphala di atas yang terpenting untuk menjadi tolak ukur atas hasil perbuatan seseorang adalah akibat dari wujud karmaphala tersebut. Artinya seseorang yang menerima karmaphala baik berwujud fisik maupun psikis apakah mengakibatkan adanya peningkatan kualitas sradha atau tidak. Apakah menyebabkan kebahagiaan atau penderitaan? Contoh : Seseorang yang mendapatkan uang sangat banyak dari hasil judi, diukur dari segi fisik tentu menyenangkan. Tetapi kemenangan itu justru menyebabkan dia semakin tergila-gila pada judi, suka berfoya-foya semata-mata memenuhi nafsu.

Tiga Macam Karma Jika dilihat dari segi waktu hasil karma seseorang maka dapat digolongkanmenjadi tiga macam yaitu :

1.Sanchita Karma

2.Prarabdha Karma

3.Kryamana Karma

Sancitha karma adalah karma atau perbuatan yang dilakukan pada masa hidup di dunia baru akan menerima pahalanya setelah meninggal dunia.

Prarabdha karma adalah karma atau perbuatan seseorang yang pahalanya langsung diterima pada kehidupan ini.

Kramana karma adalah pahala yang diterima seseorang pada kehidupan ini atas hasil dari perbuatan ( karmanya ) pada kehidupan yang lampau.

Apakah jawaban yang diberikan dapat memuaskan anda?. Tetapi mungkin tidak sesuai dengan apa yang anda tanyakan mengenai 3 buah śloka yang berhubungan dengan Karmaphala ​, jika tidak sesuai dilain waktu akan kami berikan jawabannya.

Demikian forum tanya-jawab tentang 3 buah śloka yang berhubungan dengan Karmaphala ​, berharap anda puas dengan jawaban yang diberikan. Jika berharap jawaban yang agak lucu mungkin dapat ditemukan di tempat lain. Namun seperti itulah jawaban yang sebenarnya moga-moga membantu menyelesaikan masalah Anda.

Check Also

Jawaban Lucu masa orde baru ketika presiden soeharto berkuasa 32 tahun hingga kejatuhannya di sebabkan oleh?

Jawaban lucu akan membuat anda tertawa jika anda sedang bertanya tentang: masa orde baru ketika ...

Jawaban Lucu jelaskan perbedaan antara sistem pemerintahan pada masa orde lama, orde baru, dan Reformasi

Jawaban lucu akan membuat anda tertawa jika anda sedang bertanya tentang: jelaskan perbedaan antara sistem ...