Cerita Abu Nawas yang Lucu @! dari Buku 101 Malam

Ads By Google

Cerita Abu Nawas yang lucu telah lama dikenal dikalangan masyarakat di Indonesia maupun di beberapa Negara lainnya. Seperti diketahui dalam beberapa cerita Abu Nawas adalah seorang yang pintar dan cerdik. Dalam beberapa cerita Abu Nawas banyak yang lucu.

Siapakah sebenarnya sosok Abu Nawas? Salah satu tokoh yang dianggap lucu namun juga dianggap seorang ulama, sufi, tokoh super lucu tiadak ada bandinganya. Beberapa buku menuliskan bahwa Abu Nawas orang Persia yang lahir di tahun 750 M di Ahwaz dan meninggal pada tahun 819 M di Baghdad. Pada saat dewasa ia merantau ke Bashra dan Kufa Bagdad. Di Bagdad ia banyak belajar bahasa Arab dan sering bergaul dengan orang-orang badui yang tinggal di padang pasir. Karena seringnya bergaul, ia sangat mahir menggunakan bahasa Arab dan bahkan adat istiadat dan kegemaran orang Arab. Abu Nawas juga pandai bersyair, berpantun dan menyanyi.

Beberapa judul kisah Abu Nawas dalam sebuah buku kisah 101 malam adalah :

  • Pesan Bagi Para Hakim
  • Abu Nawas Mendemo Tuan Kadi
  • Membalas Perbuatan Raja
  • Mengecoh Raja
  • Debat Kusir Tentang Ayam
  • Mengecoh Monyet Sirkus
  • Pekerjaan Yang Mustahil
  • Botol Ajaib
  • Ibu Sejati
  • Hadiah Bagi Tebakan clitu
  • Pintu Akhirat
  • Tetap Bisa Cari Solusi
  • Menipu Tuhan
  • Raja Dijadikan Budak
  • Abu Nawas Mati
  • Taruhan Yang Berbahaya
  • Ketenangan Hati
  • Manusia Bertelur
  • Peringatan Aneh
  • Asmara Memang Aneh
  • Cara Memilih clalan
  • Strategi Maling
  • Menjebak Pencuri
  • Tipu dibalas Tipu
  • Tugas Yang Mustahil
  • Orang-orang Kanibal
  • Lolos Dari Maut

Berikut Sebuah cerita Abu Nawas yang lucu dapat anda baca yang diambil dari buku kisah 101 malam. Selain itu anda dapat membaca Cerita Lucu Abu Nawas Ketika Mencium Bau Masakan.

Membalas Perbuatan Raja

Abu Nawas hanya tertunduk sedih mendengarkan penuturan istrinya. Tadi pagi beberapa pekerja kerajaan atas titan langsung Baginda Raja membongkar rumah dan terus menggali tanpa bisa dicegah. Kata mereka tadi malam Baginda bermimpi bahwa di bawah rumah Abu Nawas terpendam emas dan permata yang tak ternilai harganya. Tetapi setelah mereka terus menggali ternyata emas dan permata itu tidak ditemukan. Dan Baginda juga tidak meminta maaf kepada Abu Nawas. Apabila mengganti kerugian. inilah yang membuat Abu Nawas memendam dendam.

Lama Abu Nawas memeras otak, namun belum juga ia menemukan muslihat untuk membalas Baginda. Makanan yang dihidangkan oleh istrinya tidak dimakan karena nafsu makannya lenyap. Malam pun tiba, namun Abu Nawas tetap tidak beranjak. Keesokan hari Abu Nawas melihat lalat-lalat mulai menyerbu makanan Abu Nawas yang sudah basi. la tiba-tiba tertawa riang.

“Tolong ambilkan kain penutup untuk makananku dan sebatang besi.” Abu Nawas berkata kepada istrinya.

“Untuk apa?” tanya istrinya heran.

“Membalas Baginda Raja.” kata Abu Nawas singkat.

Dengan muka berseri-seri Abu Nawas berangkat menuju istana. Setiba di istana Abu Nawas membungkuk hormat dan berkata, “Ampun Tuanku, hamba menghadap Tuanku Baginda hanya untuk mengadukan perlakuan tamu-tamu yang tidak diundang. Mereka memasuki rumah hamba tanpa ijin dari hamba dan berani memakan makanan hamba.”

“Siapakah tamu-tamu yang tidak diundang itu wahai Abu Nawas?” sergap Baginda kasar.

“Lalat-lalat ini, Tuanku.” kata Abu Nawas sambil membuka penutup piringnya. “Kepada siapa lagi kalau bukan kepada Baginda junjungan hamba, hamba mengadukan perlakuan yang tidak adil ini.”

“Lalu keadilan yang bagaimana yang engkau inginkan dariku?”

“Hamba hanya menginginkan ijin tertulis dari Baginda sendiri agar hamba bisa dengan leluasa menghukum lalat-lalat itu.” Baginda Raja tidak bisa mengelakkan diri menolak permintaan Abu Nawas karena pada saat itu para menteri sedang berkumpul di istana. Maka dengan terpaksa Baginda membuat surat ijin yang isinya memperkenankan Abu Nawas memukul lalat-lalat itu di manapun mereka hinggap.

Tanpa menunggu perintah Abu Nawas mulai mengusir lalat-lalat di piringnya hingga mereka terbang dan hinggap di sana sini. Dengan tongkat besi yang sudah sejak tadi dibawanya dari rumah, Abu Nawas mulai mengejar dan memukuli lalat-lalat itu. Ada yang hinggap di kaca.

Abu Nawas dengan leluasa memukul kaca itu hingga hancur, kemudian vas bunga yang indah, kemudian giliran patung hias sehingga sebagian dari istana dan perabotannya remuk diterjang tongkat besi Abu Nawas. Bahkan Abu Nawas tidak merasa malu memukul lalat yang kebetulan hinggap di tempayan Baginda Raja.

Baginda Raja tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menyadari kekeliruan yang telah dilakukan terhadap Abu Nawas dan keluarganya. Dan setelah merasa puas, Abu Nawas mohon diri. Barang-barang kesayangan Baginda banyak yang hancur. Bukan hanya itu saja, Baginda juga menanggung rasa malu. Kini ia sadar betapa kelirunya berbuat semena-mena kepada Abu Nawas. Abu Nawas yang nampak lucu dan sering menyenangkan orang itu ternyata bisa berubah menjadi garang dan ganas serta mampu membalas dendam terhadap orang yang mengusiknya.

Abu Nawas pulang dengan perasaan lega. Istrinya pasti sedang menunggu di rumah untuk mendengarkan cerita apa yang dibawa dari istana.

Baca juga cerita Abu Nawas yang lucu lainnya yaitu Cerita Lucu Abu Nawas Strategi Mengahadapi Pencuri

Check Also

Cerita Lucu Bikin Ketawa Lewat WA

Cerita lucu bikin ketawa lewat WA, berikut menceritakan ketika perkumpulan ibu-ibu sedang melaksanakan pengajian dan ...

Cerita Lucu Bikin Ngakak Rhoma @Irama Mengadakan Konser

TulisanLucu.com– Cerita Lucu Bikin Ngakak.  Berikut adalah Cerita Lucu Bikin Ngakak Rhoma Irama Mengadakan Konser di London ...